Sinopsis Serial Keluarga Garuda di Dadaku

Sinopsis Serial Keluarga Garuda di Dadaku


Perjalan Indra Syafri dalam mencari para pemain Timnas U19 ternyata memiliki banyak kisah menarik. Kisah menarik inilah yang kemudian diangkat dalam sebuah mini seri yang tayang di RCTI. Mini seri ini berjudul "Keluarga Gauda Didadaku".



Serial ini "katanya" bertema nasionalisme yang berkisah tentang tentang sebuah tim sepakbola remaja yang berjuang keras untuk memenangkan Olimpiade Sepakbola Remaja. Penayangannya juga ada tiga episode pada 2 November, 9 November dan 16 November 2014 pukul 14.30 WIB.


Sinopsis Keluarga Garuda Didadaku

Seorang pelatih sepakbola remaja Johan (Oka Antara) yang sempat patah semangat karena kisruh komite sepakbola Indonesia. Kekesalannya semakin meradang ketika pengurus komite lupa mendaftarkan tim U15 untuk mengikuti Olimpiade Sepakbola Remaja karena terlalu sibuk dengan berbagai kongres. Di tengah keterlambatan pendaftaran, beberapa politisi berhasil melobi pihak panitia olimpiade hingga Indonesia akhirnya bisa tetap mengikuti kompetisi ini.

Di sisi lain, krisis pemain dan waktu persiapan yang kurang dari 3 bulan mempersulit keadaan. Namun dengan semangat besar untuk membawa nama bangsa dan dorongan sang istri, Noni (Revalina S. Temat), akhirnya Johan menegakkan kepala untuk membangun sebuah tim sepakbola yang kokoh. Setelah mengais-ngais pemain dari berbagai daerah, akhirnya dengan modal satu pemain tengah dari Bandung, seorang sayap dari Surabaya dan penyerang dari Papua, Johan membangun timnya melalui disiplin dan strategi-strategi yang ia terapkan. Di perjalanan, Johan tidak hanya terbentur masalah teknis namun juga berbagai masalah remaja dan keluarga kerap datang menghadang.

Para Pemain Keluarga Garuda Didadaku
 
  1. Bima Azriel, 
  2. Ersya Aurelia, 
  3. Yusuf Mahardika, 
  4. Baron Yusuf, 
  5. Farhan Papilaya dan  
  6. Muksin.
Namun sayang "Nasionalisme" yang ingin ditunjukkan dalam serial ini tidak berbanding lurus dengan statiun tv yang menayangkan acara olahraga Piala Asia di Myanmar Kemarin. "RCTI" yang kemarin menayangkan perjuangan Timnas U19 di Myanmar malah menyensor acaranya. Berarti RCTInya sendiri yang tidak Nasionalisme. Lebih tepatnya "Materialisme".
Next Post Previous Post