Sinopsis Little Women Episode 10 Part 2

Jika teman teman belum selesai membaca bagian 1 atau ada yang terlewat, silakan lihat disini. Disini lebih lengkap karena bisa lihat episode sebelumnya juga.

Sinopsis Little Women Episode 10 Part2



Do-il datang dia mengatakan pada In-Joo Kita harus memindahkan aset ketempat yang aman. Ibu-Won Sang-a melacak perusahaan atas nama In-Joo. Do-il berencana untuk menjadikan dana perusahaan menjadi aset pribadi. Sehingga ia perlu tanda tangan kontrak. In-Joo tidak mengerti karena kontrak berbahasa inggris. In-Kyung dan Jong-Ho memeriksanya. Setelah itu Jong-ho dan In-Kyung mengiyakan sepertinya harus ditanda tangani. Untuk berjaga-jaga In-kyung sudah mengambil fotonya.



Dijam tangan Do-Il ada lampu berkedip sepertinya itu adalah perekam pembicaraan. Jadi Do-il meminta surat kuasa tadi ternyata diikuti oleh beberapa orang dalam mobil. Orang ini adalah suruhan dari Ibu Go sekretaris Jae-sang.

Sekarang Ibu Go bersama Ibunya Do-il dirumah sakit berjalan menuju kesuatu tempat.



CHoi Hee-Je sedang dengan rencananya disekitaran lokasi kampanye Park Jae-sang. Rencana ini sudah diketahui oleh orang-orang Park Jae-sang. Karena dibocorkan oleh Do-il atas kesepakatan dengan Park Jae-sang.

Rencana Choi Hee-Je sendiri adalah menembak Park-Jae sang dari gedung disekitaran lokasi kampanye.



Selanjutnya DO-il meminta In-Joo mengantar berkas kepada Pak Lee Yong-Gwi. Pak Lee Yong-Gwi menghubungi Hee Je untuk melakukan penawaran terhadap senjata kesayangannya untuk tugas mulia.

Saat CHoi Hee-je lengah sewaktu ke tandas. Mobil truk Choi Hee-Je dipasangi bom oleh orang takdikenal. Sepertinya mereka adalah suruhan Ibu Go.

Pak Hee Je menggunakan truknya ke rumah Lee Yong-gwi. Orang yang akan membeli senjatanya. Perjalanan Hee-je menggunakan truk masih diikuti oleh mobil pengintai suruhan Bu Go.



Orang suruhan Ibu Go sudah mengambil semua senjata yang siap digunakan untuk menembak Park jae-sang.



Selanjutnya Do-il bersiap berangkat keluar negeri bersama Ibunya untuk berobat ke Singapura. In-Joo masih dirumah Lee Yong-Gwi. Beberapa saat kemudian Choi Hee-Je tiba.



Mobil Choi Hee-je meledak. Choi Hee Je keluar dari mobil dengan tubuh penuh api. Pak Lee yong Gwi bergegas berlari membawa pemadam kebakaran dan menyemprotkan tubuhnya yang penuh api.

Dengan panik In-Joo membawanya ke rumah sakit terdekat. In-Joo menghubungi Do-il tetapi tidak tersambung. Dia pun menuliskan pesan agar segera menghubungi balik Jika sudah bisa dihubungi nantinya.



Park Jae-sang akan siaran langsung pada kampanye akbarnya. Dia menghubungi istrinya yang saat itu sedang dikamar mandi sedang berendam di Bathup.

Dalam perjalanan menuju ruang siaran langsung, Park Jae-sang menemukan pintu bertuliskan “ruang tunggu reporter In-Kyung”



Park Jae-sang memaksa masuk keruangan itu meski tidak di izinkan.



In-kyung melakukan siaran langsung bersama Ibu Choi Do-il An So-Yeong. Ia menjalankan hukuman 24 tahun sebagai pelaku kasus pembunuhan di Hongsin-dong pada tahun 1998. Dia tak melakukan pembicaraan karena melakukan operasi jahit lidah Tadi pagi. Aku sebagai Juru bicaranya. Aku yakin pemirsa ingin tahu kenapa aku hadir ditempat ini hari ini. INi adalha kasus pembunuhan ketua panitia penanggulangan penggusuran oleh seorang ibu rumah tangga biasa dengan palu. Aku disini untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya.

Pelakunya orang lain? Begitu tanya host acara tersebut?

Baru-baru ini kami menemukan bukti penting dari kasus tersebut dan melakukan tes genetik. Bisa dilihat, darah, rambut dan jaringan kulit yang ada pada palu dipastikan milik korban, Yoo. Yang penting adalah pegangannya. Jaringan kulit yang tersisa pada gagang kayu dianalisis menggunakan teknik baru yang disebut SNP. Hasil tes jaringan kulit tersebut ternyata bukan milik An So-yeong, tapi orang lain.

Kalau begitu, siapakah orang itu?

Pak Park Il-Bok. Ayah pengacara Park Jae-sang. Kandidat wali kota dari Partai Rakyat.

Jika begitu ini benar sangat mengejutkan.

Park Jae-sang yang melihat siaran langsung itu segera meninggalkan ruangan.

Host menanya lagi ”Kalau begitu, kenapa kau menjalani hukuman dan tidka mengungkapkan pelaku sebenarnya?”

An So-yeong menjawab melalui papan tulis kecil. “Bagi mereka , orang sepertiku bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Kasus ini hanyalah permulaan”



In-Joo menyaksikan siaran langsung ini dirumah sakit. Ia terkejut ketika saat sedang menonton tiba-tiba Choi Hee-je yang sedang sakit ada disampingnya.

Do-il tiba dirumah sakit itu. Ia membuka tas dan memasukkan pistol yang ada dibawah tempat tidur Hee-je.

In-Joo kebingungan ada apa ini. Kau setidaknya memberikan penjelasan .

Orang-orang akan kesini. Biar kujelaskan dijalan kata Do-il.Semua terjadi tiba-tiba dan tidak sempat memberitahu In-Joo.

Menurut Do-il In-Joo memainkan peranan yang sangat penting dalam rencana ini. Awal mula rencananya saat In-Joo memberi petunjuk bukti pada secarik kertas dari ibunya yang menunjukkan suatu tempat. Aku langsung mencarinya begitu kembali dari Singapura.

.

Do-il langsung melakukan tes genetik pada barang bukti untuk menemukan pelaku sebenarnya. Hasil bukti itu diserahkan pada In-Kyung untuk dijadikan bukti baru kasus pembunuhan di Hongsin-dong. Aku mau mengadakan ujian ulang pada kasus Ibu. Tetapi ada rencana lain aku harus memakai alat penyadap. Aku menulis keadaan sekarang dan rencana kedepan nya di surat kuasa.



Aku tidak tahu bagaimana nasib Choi Hee-Je selanjutnya. Kuserahkan pada In-Joo. Tapi akting In-Joo sungguh meyakinkan. Karena jika tidak orang-orang akan curiga dan rencanaku bisa berantakan.



Acara Park Jae-sang di tv dibatalkan dan digantikan dengan acara In-Kyung. Pengurus acara meminta maaf karena acara tiba-tiba dibatalkan.

Ibu Go memberitahu kalau menyiarkan berita bohong bisa diancam. Tapi acara hari ini bisa mengguncang eksistensi sebelum pemilihan.

Setelah acara selesai In-Kyung keluar dan bertemu dengan Park Jae-sang.

Dihadapan wartawan Park Jae-sang mengatakan berapa botol miras yang kau minum saat ini. Bukankah kau kemarin masuk kerumah sakit jiwa lalu melarikan diri dalam sehari. Apa itu benar atau tidak.

Jong-ho menjawab. Itu hanya penyamaran.

Park Jae-sang mengatakan lagi kalian sudah dipermainkan oleh pasien delusi. Lusa adalah pemilihan umum. Kalian melakukan hal yang fatal. Kami akan melakukan tindakan hukum.

Inkyung menjawab. Aku tidak menderita delusi silakan lakukan tindakan hukum. Aku bisa menjelaskan masalah rumah sakit jiwa. Aku akan melakukannya melali berita besok.

Jae-sang mendekat dan mengatakan Meski kau ingin menjatuhkanku dari pemilihan umum. Menuduh ayahku sebagai pembunuh adalah tindakan rendahan. Aku hanya ingin menunjukkan siapa kau sebenarnya. Meski kau menang dipemilihan umum hari ini, aku akan mengatakan hal yang sama. Orang-orang juga harus tahu seperti apa walikota yang mereka pilih.

Mau seperti apapun ayahku, itu tidak menunjukkan siapa aku sebenarnya?

Kalau begitu apa aku seharusnya mengungkapkan bahwa kau pembunuh terlebih dahulu?

Tunggu saja, meski agak lambat, aku selalu menyelesaikan pekerjaanku.’

Lakukan dengan cepat. Kau akan masuk berita sebagai orang gila dan kriminal.

Pak Jae-sang meninggalkan tempat itu diikuti wartawan.



Pak Choi hee je bercerita kalau Do-il terus mengomeliku karena takut terjadi sesuatu padamu.

In-Joo bilang aku seperti uang 70 miliar won berjalan.

Perjalanan mereka kemudian dihentikan oleh beberapa orang beratasnamakan polisi.

Ada laporan kepemilikan senjata ilegal.

Mereka memeriksa tas Pak Hee-Je, memborgol tangannya dan membawanya kekantor polisi.



Hari Beritanya tersiar Berita ada seorang pria berumur 60 tahun ditangkap karena kepemilikan senjata api rakitan illegal. Ia mencoba membunuh Park Jae-sang, kandidat walikota Seoul. Polisi sedang menyelidikinya. Sementara mantan reporter berada ditempat pak Choi sehari sebelum penangkapan. Polisi juga menyelidiki apakah mereka bersekongkol untuk malakukan kejahatan.

Menurut Ibu Go Kejadian ini malah meningkatkan perolehan suara di menit-menit terakhir.



Hari kampanye terakhir telah tiba. Park Jae-sang berdiri dihadapan pendukungnya. Suasana meriah dan panggung yang megah mendukung kampanye besar itu. Sorak sorai terdengar memanggil nama Park Jae Sang. Orasipun disampaikan.

Tak berselang lama. Choi Do-il yang bersama In-Joo memulai aksinya. Ipad ditangannya mulai di pencet. Sesuatu pun terjadi, penonton seketika senyap.



Rekaman pembunuhan Won Sang-Woo oleh Park Jae-sang tayang dilayar besar dibelakangnya. Rekaman itu diambil menggunakan kamera tersembunyi oleh Sang-woo yang kemudian dikirim ke In-Kyung.

Semua mata tertuju ke layar besar dibelakangnya itu. Kameramen juga memfoto kejadian itu. Park Jae-sang kebingungan. Harus dibantah dengan apa fakta ini. Ibu Go segera memerintahkan panitia agar mematikan layar. Layar yang sudah diretas itu.



Diperjalanan Jong-Ho bersama In-Kyung melihat berita itu melalui tablet mereka. Jong-Ho tak menyangkan akan sedahsyat itu kekuatan berita. Jong-Ho mengatakan kau mengalakan badai. Park Jae-sang adalah badai.



Saat layar berhasil dimatikan Park jae-sang melanjutkan orasinya. Tapi itu tidak berlangsung lama. Karena layar kembali menampilkan rekaman tadi. Semua orang tercengang menyaksikan rekaman itu. Apakah ini Jae-sang yang asli.

Ibu Go memerintahkan agar semua kabel dicabut kalau perlu dipotong. Setelah rekaman selesai layar baru berhasil dimatikan.



Jae-sang ingin melanjutkan orasinya. Tetapi orang sudah tidak mendengarkan. Karena saat itu sudah disambut dengan suara kembang api. Kembang api bersahutan meluncur dibelakang panggung mengalihkan perhatian semua orang yang hadir.

Dengan muka marah, kesal dan kecewa Jae-sang meninggalkan panggung kampanyenya. Sementara Do-il melanjutkan dengan menayangkan video berita reporter In-Kyung di tengah tengah gedung sekitar kampanye berlangsung.



Diberita itu In-Kyung menjelaskan dengan rinci sekali. Divideo pembunuhan tu adalah pak Won Sang-woo, mantan direktur utama Industri Wonryeong dan direktur utama Rekayasa dan Konstruksi Orchid saat ini. Merekam adegan dia terbunuh tiga hari lalu dan mengirimkannya ke webhard.



Host acara itu kemudian bertanya sumber berita yang disampaikan In-Kyung. Aku mengenal Pak Won Sang-woo saat meliput kasus Bank Tabungan Bobae. Dua hari lalu dia mengirimi surel yang kemungkinan terjadwal sebelumnya.

Kandidat Park Jae-sang sengaja membuat Bank Tabungan Bobae bangkrut untuk menghindari pengembalian dana pinjaman ilegal sebesar 400 miliar won. Dan menutupi fakta ini. Dia membuat empat orang termasuk pak Kim Dal-su , bunuh diri. Inilah proses pembuktian kemampuan yang disebutkan Kandidat Park Divideo. Mengenai masalah ini aku akan menjelaskannya dikesempatan berikutnya.

Pihak Pemilihan umum akan memeriksa siapa yang mensabotase kampanye park jae-sang dan melaporkannya ke pihak berwajib. Survey pemilihan Walikota sudah keluar. Park Jae-sang masih unggul 48,8% dari lawannya yang memperoleh 21%.

Pada kesempatan berikutnya In-Kyung kembali menghadiri wawancara berita. Namun wawancara sempat terhenti karena ada berita sela.

Diberita Sela itu ada seorang Bunuh diri dari gedung yang sudah lama tidak digunakan. Mayat itu teridentifikasi Park Jae-sang. Dari mayat tersebut terlihat Park Jae-sang memegangi bunga anggrek biru ditangannya.

Host Acara lalu menanyakan apa komentar In-Kyung mengenai berita itu. Inkyung tidak dapat menjelaskan. Matanya berkaca-kaca.



Setelah itu istri park Jae-sang menghubungi In-Joo. Dia mengatakan ia tidak akan tinggal diam.

In-Joo memeriksa rekeningnya yang semula 52 juta dolar berubah menjadi 0. Semua isi tabungannya habis terkuras entah siapa yang mengambilnya. In-Joo menghubungi Do-il tetapi tidak bisa. Saat sedang memeriksa tabungan itu In-Joo terkejut karena pintunya digedor oleh orrang tak dikenal.

Siapakah itu masih menjadi rahasia. Saat pintu terbuka .



Dramapun bersambung ke episode berikutnya.

Bersambung ke Episode 11 Part 1

Next Post Previous Post