Ringkasan Brama Kumbara Episode 46

Brama Kumbara Episode 46

Pertarungan Raja Kuntala Raksa Kumala melawan prajurit Kuntala awalnya ia yang memanangkan. Tapi prajurit yang kalah itu tiba-tiba hidup lagi dan kembali menyerang Raja Raksa. Hal ini terjadi berkali-kali.

Kemudian tibalah dua pendekar bayaran Buntak Bumi yaitu Kijara dan Lugina. Kijara dan Lugina dengan mudah mengalahkan Mereka, bahkan serangan mereka tidak mampan ditubuh Kijaa dan Lugina karena telah memiliki ilmu Lembu Sekilan.

Tapi prajurit yang telah kalah dengan ajian Waringin Sungsang kembali berdiri dan menyerang Kijara dan Lugina. Kijara dan Lugina yang belum sempat berfikir panjang terlempar karena serangan prajurit itu ke halaman istana Kuntala.

Saat Kijara mencoba berdiri, ternyata dihadapannya ada seorang berjubah hitam berdiri. Ialah pemimpin Pajurit yang kini menyerang Kijara. Ardalepa.

Pertarungan empat beberapa jurus antaa Lugina dan Ardalepa. Tapi kekuaan Ardalepa memang tinggi, sehingga Kijara bersaudara kalah ditangan Ardalepa.

Ditengah kekalahan Kijara, muncullah Nyai Kcombarang, ahli sihir dengan tongkat Sakti bermata biru Tongkat mata dewa yang tidak dapat dikalahkan.

Atas permintaan Kijara, Nyai kecombrang mau melawan Ardalepa yang sebelumnya hanya melihat perkelahan mereka. Kekuatan Ardalepa kini memiliki kekuatan yang seimbang Nyai kcombang mampu menghadapinya.

Agar tidak terlalu kalah, Nyai Kcombrang membawa Raja Raksa, Buntak Bumi, Kertagena dan Kijara beserta Lugina menghilang. Pergi dari hadapan Adalepa menuju Kerajaan Sanggem kerajaan yang belum lama ditaklukkan oleh Kuntala.

Di Kerajaan Sanggem, Nyai Kcombrang meminta imbalan kepada Raja Raksa karena telah menolongnya.

Nyai Kcombarang marah kepada Raja Raksa karena marah-marah pada saat kehilangan Harnum. Nyai Kcombrang menuntut balas atas pelakuannya yang diperlakuan semena-mena. Diperlakukan seperti anak buahnya, padahal ia adalah sekutunya.

Nyai Kcombrang meminta kerajaan Sanggem dan Raja Raksa berada di bawah Nyai Kcombrang. Jika Raja Raksa tidak menyetujui permintaannya itu, maka Nyai Kcombrang akan mengembalikan Raja Raksa ke Kuntala agar diibunuh Ardalepa.

Raja Raksa tidak langsung menyetujui permintaan Nyi Kcombrang. Tapi memang tidak ada pilihan, ia harus menyetujui permintaanya itu.

Buntak Bumi dan teman-temannya menganjurkan agar menyetujui Syarat yang diajukan Kcombrang. Bahkan Buntak Bumi menganjurkan kalau Raja Raksa juga kalau perlu menjadi bawahannya. Raja Raksa Kesal dan ia marah pada Buntak Bumi dan teman-temannya. Raja Raksa menantang bertarung. Dan pertarungan antara teman lama itu terjadi.

Buntak Bumi, Kertagena, dan Adyaksa kesal karena Raja Raksa sangat sombong. Padahal Buntak Bumi, Kertagena dan Adyaksa telah berjasa menjadikannya ia Raja.

Perkelahian antara Raja Raksa dan Buntak Bumi imenangkan Raja raksa. Karena Raja Raksa memiliki ilmu kanuragan yang lebih tinggi.

Karena kalah, Buntak Bumi menagih janji Kijara dan Lugina agar melawan raja Raksa. Karena Sesuai janji mereka, Musuh Buntak Bumi adalah musuh Kijara dan Lugina juga.

***

Di istana Kuntala, Ardalepa berhasil menguasai Kuntala. tapi ia kesal, mengapa kesaktiannya masih dapat diimbangi oleh Nyi Kcombarang.

Banaspati menjelaskan kalau kesaktian yang diberikan memang bertahap, Karena tubuh Ardalepa tidak akan mampu menahan kekuatan yang begitu dahsyat.

Banaspati menjelaskan kalau tongkat mata dewa milik Nyi Kcombrang itu tidak dapat dikalahkan

**

Untuk menghadapi Ardalepa yang tangguh, Brama mencari petunjuk, termasuk membaca kitab pusaka milik kakek Astagina.

Dari kitab tersebut terdapat informasi untuk mengalahkan sebangsa Iblis dapat dilakukan salah satu dari dua cara:

1. Bersemedi selama 40 hari, dan melakukan ritual suci.
2. Meminta bantuan roh suci dari kayangan. Karena Iblis hanya dapat dikalahkan oleh Roh suci dri kayangan.

pilihan pertama tidakdapat diambil, karena waktu 40 hari adalah waktu yang lama, sehingga jika itu dilakukan, maka Ardalepa bisa semakin meraja lela.

***

Aki Rentabana Pemilik Ajian Rawa Rontek
Gardanara memaksa masuk,tapi peraturan masuk di padepokan Ki Renta bala harus melewati berbagai ujian dan rintangan diantaranya melawan orang yang bernama Tiruseto yang terkenal sangat kuat dengan Ilmu andalannya yaitu bisa meniru semua ilmu apapun yang dimiliki musuh.

Gardika menghentikan pertarungan itu, karena ia sayang pada adiknya, dikhawatirkan adiknya kalah.

Tapi Gardanara besedia melawan Tiru Seto.

Seperti yang dikatakan Gardika, Tiru Seto itu kuat. Benar saja Gardanara kalah. sehingga Tiru Seto mengusirnya keluar.

Tapi Gardika membela dan memohonkan kepada Ki Renta bala Agar diperbolehkan berada ditempat itu bersamanya.

***

Lasmini bersama Raden Samba ke perkampungan. Karena lelah, mereka berteduh di sebuah pohon.

Karena ada ular yang mengganggu Lasmini, Samba meghalau Ular itu. Tapi tanpa disadari, Samba malah tergigit oleh ular itu sehingga samba menjadi pingsan.

Samba tergigit ular dan Lasmini membawa ke perkampungan terdekat setelah bertemu dengan warga yang lewat yang sedang membawa barang dagangan.

Warga yang lewat ini meminta bayaran. Lasmini memeriksa pakaian Samba. memang benar, Samba mempunyai banyak uang. Lasmini heran mengapa Samba memiliki banyak uang.

***

Di Madangkara, Mantili mendapati Putri Harnum sedang Murung. Apa gerangan yang membuat Harnum murung.

Mantili menebak saja dengan sekenanya. Akhirnya Putri Harnum bercerita kalau ternyata Brama tidak pernah menyentuhnya.

Mantili dan Harnum sebenarnya sama-sama galau karena mereka tidak dipedulikan oleh orang yang mereka cintai.

Harnum berkata sebagai wanita tidak harus selalu menunggu, ia harus juga bertindak. Sehingga terngiang dengan kata-kata itu, Mantili menghampiri Gottawa yang sedang latihan.

Gottawa masih tidak mempedulikan Mantili, dan Mantili menghampiri Gottawa yang sedang memimpin latihan.

Dengan gayanya yang tomboi, Mantili bertanya pada Gottawa, apakah benar ia masih belum melupakan Utari?

Gottawa tidak segera menjawab. Mantili langsung mencabut pedangnya. Sabetan-sabetan pedang Mantili benar-benar mengancam Gottawa. Gottawa harus dengan gesit menghindar, jika tidak, ia akan terluka.

Ditengah pertarungan sengit itu, tiba-tiba datang pajurit menghadap. ia mengatakan ada seorang wanita yang ingin menghadap Gottawa. Gottawa segera bergegas berdiri menemui tamu itu.

Patih Gottawa
Mantili melihat dari kejauhan, pembicaraan Gottawa dengan tamu wanita itu telihat Mesra. Mantili yang cemburu langsung mendatanginya.

Karena dipaksa, Gottawa menjlaskan Wnita itu adalah bekas pacarnya. ia kini memiliki masalah dan meminta bantuan Gottawa.

Ia ingin di jodohkan oleh ayahnya dengan seorang saudagar kaya raya. Tapi ia tidak enginginkan perjodohan itu sehingga meminta bantuan Gottawa yang dahulu adalah bekas pacarnya.

Mantili langsung saja marah-marah. Bahkan mantili mengatakan untuk tidak mengijinkan wanita tadi mengina di Madangkara.

Gottawa tidak tega untuk mengusirnya, karena kedatangannya ke tempat itu membutuhkan waktu yang lama, sehingga ia masih lelah dan tidak tega untuk mengusirnya.

(Kasihan juga ya sama Mantili, belum kelar masalahnya, eh datang pula wanita lain yang bisa membuat Gottawa makin menjauhinya. Tapi menurut pembaca, siapa sih yang cocok, Samba atau Gottawa yang jadi pasangan Mantili nanti. Huh bingung. :( )

***

Saat terbang dari Kayangan, Bibi Sekar hendak masuk ke Goa dimana ia dan Brama pernah Tinggal.

Tapi belum sempat ia masuk, ia melihat kakek Astagina dan ia ingin meninggalkan Goa tersebut, karena tidak ingin melihat Brama.

Kakek Astagina mengejarnya dan menahannya dengan Ajian sehingga Bibi Sekar tidak dapat pergi.

Kakek Astagina menjelaskan kalau Brama punya masalah yang hanya Bibi Sekarlah yang bisa melihatnya.

Akhirnya kakek pun berbincang bincang dengan Bibi Sekar.

Brama melihat perbincangan itu menjadi penasaran, ingin melihat Bibi Sekar. Dan Brama meminta bantuan dari Kakek Astagina untuk dapat melihat Bibi Sekar.

Menurut Kakek Orang yang sudah menikah akan sulit bahkan tidak bisa melihat roh yang sudah mati. Kecuali orang itu masih perjaka. Brama mengakui, walau ia sudah menikah, ia masih perjaka.

Kakek Astagina heran bagaimana bisa orang yang sudah menikan tapi perjaka. Brama akhirnya mengakui, kalau ia tidak pernah menyentuh istrinya putri harnum.

Bibi Sekar yang mendengar hal itu tersenyum tersipu-sipu. Ada yang membuatnya senang sehingga tersipu seperti itu.

Akhirnya dengan bantuan kesaktian Kakek Arstagina, Brama bisa melihat Roh Bibi Sekar.

Bramapun bernostalgia bisa kembali melihat Sekar.

Akhirnya Bibi Sekar setuju untuk mencari bantuan dari kayangan untuk mengalahkan Gerombolan Ardalepa. Setelah mendapat bantuan, Bibi Sekar terbang ke tempat persembunyian Ardalepa

Saat mengendarai Burung Rajawali, Brama memegang tangan Bibi Sekar. ia teringat ketika ia bersama Gurunya yang sekaligus wanita yang ia cintai. tapi brama masih malu sama kakek Ardalepa yang saat itu ada dibelakangnya.

(Nah adegan ini begitu romantis ya.... Selain itu, diadegan ini Brama juga dibenci oleh Penggemar Harnum. Karena Brama lebih menyukai Bbi Sekar dibandingkan Harnum.)

Capek ngetiknya ....
Disambung aja ya ....
Nontin aja yang nanti malem ....

Hidup Madangkara ....

B E R S A M B U N G . . . . 


belum selesai. Entar masuk lagi hkehalaman ini untuk melihat lanjutannya.

Next Post Previous Post