Ringkasan Brama Kumbara Episode 44

Dalam perjalanan Brama menuju ke Goa, ia menemukan banyak warga dan ternak warga yang mati. Setelah ditelusuri ternyata itu adalah ulah beberapa orang aneh. pimpinan Ardalepa.

Brama berhasil memberantas orang aneh tersebut tapi tidak semuanya. Dalam melanjutkan perjalanan Brama menuju ke Goa, Ardalepa yang melihat merubah dirinya menjadi batu. Itu semua dilakukan Ardalepa agar tidak terlihat oleh Brama.


Sesampainya di Goa, Brama mendapati Putri Hanum yang tidak sadarkan diri. Sementara itu Roh Harnum bertemu dengan Roh Bibi Sekar.

Awalnya Harnum tidak mau masuk dalam jasadnya. Sehingga ada suara dewa yang memaksa sekar masuk kedalam Jasadnya Harnum. Saat itu Roh Harnum terbang keangkasa.

Melihat Harnum yang sadar dengan rohnya Bibi Sekar, Roh Harnum kembali dari langit dan memaksa Sekar untuk keluar. Akhirnya Sekar keluar dan Masuklah Harnum. Saat itu Harnum kembali sadar dan Sekarpun pergi. Bramapun memberikan tenaga dalam agar Sekar bisa bergerak dan lebih bertenaga.

***

Karena Mantili tidak dapat membuktikan apa yang dikatakan oleh Samba, kalau lah Samba mendapat amanah untuk menjaga pedang Kemuning Emas, Mantili akhirnya mengadakan Sayembara, barang siapa yag berhasil mengalahkan musuhnya, dialah yang berhak atas pedang kemunng emas.

Syarat pertarungan itu adalah tidak boleh menggunakan ilmu kedikjayaan, ilmu kanuragan. yang boleh digunakan adalah silat biasa mengandalkan kekuataan tangan.

Pertarungan itu dimenangkan oleh Raden Samba. Dengan Begitu Raden Samba berhak atas pedang Kemuning Emas. Gottawa akhirnya menyerahkan pedang itu meski dengan berat hati.

***

Adalepa kembali ke Istana Madangkara dengan beberapa anak buahnya. Setelah berpelukan dengan Gayatri istrinya, Kekuatan ardalepa hilang sama sekali. ia heran. Ternyata setelah Bagaspati memberi tahu, kelemahan dari kesaktiannya adalah tidak boleh dekat dengan orang yang dicintai, dekat dengan wanita termasuk istrinya.

Saat Ardalepa dikamar, kelakuan Anakbuah Ardalepa makin aneh. ia seperti bukan manusia, ia seperti iblis.

***

Nyi Kcombrang segera bergegas ke Goa. Ternyata memang benar disana ada seorang tua ia bernama Matadewa. Ia memiliki tiga buah mata.

Untuk mendapatkan mata dari Matadewa, Nyi Kcombrang harus bisa mengalahkan Matadewa. Karena itu mereka bertaung. dan pertarungan itu dimenangkan Nyikcombrang. Dan Mata yang dimiliki oleh Mata dewa itu terlepas dan kini sudah dimiliki oleh Nyi Kcombrang.

Matadewa bercerita kalau dulu mata ketiga nya itu adalah pemberian dari Dewa karena ia selalu berbuat baik. Tapi MataDewa menyalahgunakan pemberian Dewa itu sehingga ia dikutuk.

Ki Matadewa berpesan Agar Nyi Kcombrang menggunakan dengan baik Mata pemberian Dewa itu, jika tidak, maka ia akan mendapatkan kutukan seperti yang ia dapatkan sebelumnya.

***

Kertagena dan Buntak Bumi berlatih ilmu kanuragan dengan dipandu oleh Adyaksa. Adyaksa memegang kitab dari perpustakaan Kuntala. Tapi mereka tidak puas karena ilmu yang diperoleh tidak seberapa.

Buntak Bumi memutuskan untuk berlatih ilmu langsung dari KI Pasopati guru dari Kijara dan Lugina.

Buntak Bumi sangat jengkel terhadap kelakuan Raja Raksa yang semakin semena-mena. Kertagena mengusulkan untuk menurunkan Raja Raksa sebagai raja, karena ia sangat sombong dan angkuh. Ia tidak terima akan kelakuan Raja Raksa terhadap Gardika teman seperjuangannya yang terus menerus dihina. Karea itulah Buntak Bumi ingin memperdalam ilmu kanuragannya untuk menghadapi Raja Raksa.

***

GARDIKA DAN LASMINI
GARDIKA DAN lASMINI
Gardanara dan Lasmini kembali ke padepokan. Lasmini terlihat marah ketika melihat Gardanara yang sibuk berlatih. Lasmini kembali angkuh, karena merasa diabaikan. sehingga ia masuk kedalam kamar.

Gardanara meminta maaf, tapi Lasmini tidak menghiraukannya. Karena itulah Gardanara meninggalkannya karena Lasmini mengusirnya.

Saat Gardanara benar-benar pergi Lasmini mengejarnya, karena ternyata Gardanara benar-benar meninggalkannya dan tidak main-main.

***

Gardika masih mencari Ki Bala untuk menuntut ilmu Rawa Rontek. Di kediaman Ki Bala Gardika dihadang oleh muridnya. Ia memiliki ajian yang bisa menggunakan ilmu yang digunakan oleh musuh. Gardika kewalahan, karena semua jurus dan ilmunya bisa ditiru dengan mudah.

Murid Ki Bala, akhirnya menygaku kalah dengan Gardika dan memperilahkan Garika untuk menemui Ki Bala.

B E R S A M B U N G   . . .


Next Post Previous Post